Jakarta, CNN Indonesia

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Azhar Simanjuntak mengatakan presidential club yang digagas atasannya selaku presiden terpilih itu bukanlah sebuah institusi formal atau lembaga

Hal itu disampaikan Dahnil merespons usul dari Ketua MPR Bambang Soesatyo agar presidential club gagasan Prabowo itu dilembagakan seperti Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Dahnil menjelaskan presidential club adalah ajang silaturahmi dan diskusi bagi para Presiden Indonesia masa ke masa.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presidential club bukan institusi formal, bukan lembaga. Tapi sekadar silaturahim, sharing dan diskusi para Presiden Indonesia yang masih bersama kita semua, dari masa ke masa,” kata Dahnil saat dihubungi, Rabu (8/5).

Ia mengatakan presidential club digagas sebagai upaya Prabowo memperkuat visi keberlanjutan, kebersamaan serta menjawab tantangan lima tahun ke depan melalui persatuan yang kokoh.

Berangus cancel culture

Dengan begitu, kata dia, pemerintah bisa mengakselerasi semua agenda Indonesia maju, dan menghentikan ‘cancel culture’ dalam kebijakan pemerintahan.

Cancel culture adalah tradisi tidak melanjutkan kebijakan presiden sebelumnya, padahal kebijakan tersebut bagus, sehingga tradisi ganti pemerintahan seringkali selalu memulai sejak awal,” katanya.

Menurut Dahnil, mayoritas publik dan tokoh bangsa mengapresiasi upaya Prabowo mempersatukan para pemimpin Indonesia.

Ia mengaku tidak melihat ada pihak yang tidak mengapresiasi upaya itu. Dahnil meyakini Prabowo bisa mempertemukan para pemimpin Indonesia sebelumnya.




Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak memberi ketarangan kepada mesia di kediaman Prabowo, Jakarta, 22 Mei 2019Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Bung Karno dan Buya Hamka

Dahnil pun berkaca ke kepemimpinan Indonesia di masa lalu. Menurutnya, genetika pemimpin-pemimpin Indonesia adalah genetika rekonsiliatif.

“Tengok bagaimana Bung Karno bisa kembali duduk dan bicara dengan Buya Hamka, meski Bung Karno pernah memenjarakan Buya Hamka. Bahkan berbagai permintaan Bung Karno sebelum beliau wafat dipenuhi oleh Buya Hamka. Kebesaran hati para pendiri bangsa ini pastilah menular sebagai genetika kepemimpinan para pemimpin Indonesia saat ini,” katanya.

Dahnil yakin silaturahmi para pemimpin akan terjadi, terlepas dari apapun namanya nanti.

“Insyaallah silaturahim akan terjalin terlepas apa pun namanya. Apakah presidential Club kah atau, Musyawarah Para Presiden kah, apa pun itu namanya,” katanya.

Ketua MPR Bambang Soesatyo sebelumnya melempar usul untuk melembagakan presidential club gagasan Prabowo Subianto dalam bentuk Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Nantinya komposisi DPA itu akan diisi oleh mantan presiden dan wakil presiden RI yang masih hidup.

“Malah kalau bisa mau diformalkan kita pernah punya lembaga Dewan Pertimbangan Agung, yang bisa diisi oleh mantan-mantan presiden maupun wakil presiden, kalau mau diformalkan kalau Pak Prabowonya setuju,” kata Bamsoet di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (7/5).

Bamsoet berpendapat dalam bentuk DPA itu wadah para eks presiden dan wakil presiden akan menjadi lebih formal dan lebih membanggakan.

(yoa/kid)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *