Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara jadi salah satu panggung sorotan karena diprediksi bakal menghadirkan nama-nama besar. Para kandidat itu diantaranya Edy Rahmayadi, Bobby Nasution, Musa Rajekshah, dan Nikson Nababan.

Eddy adalah mantan Gubernur Sumut periode 2018-2023. Sementara Bobby berstatus Wali Kota Medan. Dia juga menantu Presiden Joko Widodo. 

Sejumlah nama tersebut sudah mengambil formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Sumatera Utara ke beberapa partai.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftar nama-nama yang masuk bursa calon gubernur Sumut:

Eddy Rahmayadi

Mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi telah mengambil formulir pendaftaran di kantor DPD PDIP Sumut. Edy dianggap sebagai kandidat terkuat karena statusnya sebagai petahana.

Mantan Pangkostrad tersebut sudah menjalin komunikasi dengan beberapa partai untuk menggaet dukungan. Sejauh ini partai yang sudah dikunjungi adalah PDIP, PKS, PKB, dan Demokrat. Edy yang diwakili tim pemenangannya pertama kali mengunjungi PDIP untuk mengambil formulir. Hal ini juga telah dikonfirmasi pihak PDIP.

“Ya sudah (diambil), tim pemenangan Pak Edy yang ambil (formulir pendaftaran),” kata Ketua Bappilu DPD PDIP Sumut Mangapul Purba dilansir detikSumut, Sabtu (20/4).

Selanjutnya Edy mengambil formulir ke Kantor DPW PKS Sumut pada Selasa (23/4). Amsal menyebut peluang PKS mengusung Edy di Pilgub Sumut 2024 cukup besar.

Amsal berpendapat kinerja Edy sebagai Gubernur Sumut dalam lima tahun terakhir telah terbukti. Selain itu, PKS juga pernah mengusung Edy di Pilgub Sumut pada 2018 lalu ketika berpasangan dengan politikus Golkar, Musa Rajekshah alias Ijeck.

Edy juga telah mengambil formulir pendaftaran untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Sumut pada Pilkada 2024 dari DPW PKB Sumut, Rabu (24/4). Ketua Desk Pilkada DPW PKB Sumut, Jabidi Ritonga mengatakan pengambilan formulir oleh Edy diwakilkan tim pendukungnya.

“Kita menyambut baik atas kehadiran rombongan Pak Mayjen Darlan Harahap beserta tim yang mewakili pengambilan formulir pendaftaran,” kata Jabidi Ritonga.

Terakhir, Edy mengambil formulir ke Partai Demokrat ke kantor DPD Demokrat pada Kamis (25/4). 

Bobby Nasution

Wali Kota Medan Bobby Nasution telah diberikan surat tugas oleh Partai Golkar untuk maju sebagai calon Gubernur Sumatera Utara. Bobby telah mendapatkan dukungan penuh dari partai Golkar, meskipun dirinya saat ini belum menjadi kader partai.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan telah menugaskan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Ketua DPD Golkar Sumatera Utara Musa Rajekshah alias Ijeck untuk maju di Pilkada 2024.

“Kalau Mas Bobby kan sudah mendapatkan surat tugas dari Partai Golkar bersama dengan Wagub Ijek,” kata Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (15/4).

Surat penugasan tersebut diberikan Golkar ke menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2023. Bobby diberi dua jenis surat tugas dari Partai Golkar, yaitu untuk maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara dan Calon Wali Kota Medan.

“Di Sumut ada dua nama, saya dan Ketua DPD Golkar Sumut Mas Ijeck juga sudah diberi surat tugas. Saya ditugaskan bukan cuma bisa maju di Pilgub Sumut. Tapi diberikan surat Cawalkot Medan,” kata Bobby dalam program CNN Indonesia TV, Rabu (17/4) malam.

Dirinya menyatakan siap untuk maju di kontestasi Pilkada 2024 baik sebagai Gubernur maupun Walikota. Menurutnya ini bukan perkara siap atau tidak, namun perkara gagasan yang ditawarkan.

Berbeda dengan Edy yang sudah mengambil formulir calon Gubernur ke empat partai yang berbeda, Bobby mengatakan belum ada pengambilan formulir ke partai manapun.

Namun Bobby mengaku tetap akan mencoba mengambil formulir pendaftaran ke PDIP meski Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sudah memasukkan namanya ke daftar hitam.

PDIP memecat Bobby Nasution lewat Surat bernomor Pemberitahuan Nomor: 217 /IN/DPC-29.B-26.B/XI/2024.

Musa Rajekshah (Ijeck)

Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara Musa Rajekshah alias Ijeck menyatakan siap diusung maju Pemilihan Gubernur Sumut pada Pilkada 2024.

“Saya menyatakan bismillah saya siap untuk maju menjadi calon gubernur Sumut, kalau memang nanti Allah mengizinkan. Karena apapun usaha kita, semua ketentuan adalah Allah,” kata Ijeck dalam acara halalbihalal di Kantor DPD Partai Golkar Sumut di Medan, Sabtu (27/4).

Pernyataan Ijeck itu disambut teriakan dan tepuk tangan seluruh kader partai yang hadir. Kepastian majunya Ijeck sebagai calon Gubernur Sumut sudah lama dinantikan, sejak keluarnya dua nama calon gubernur yang ditugaskan maju dalam Pilkada Sumut 2024 oleh DPP partai.

Menurut Ijeck, kehadiran dua nama calon gubernur lain yang ditugaskan partai tak harus membuat kecewa para kader. Sebab, menurut dia, penugasan yang mirip juga terjadi di provinsi dan kabupaten/kota di luar Sumut.

“Saya menyadari adanya kegelisahan karena ada nama saya dan Bobby Nasution. Tapi, ini tidak menjadikan rasa kecewa, karena tujuannya mungkin adalah strategi kemenangan kita,” ucapnya.

Ijeck juga mengaku sudah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Bobby Nasution terkait penugasan tersebut.

“Waktu di Jakarta saya bertemu Bobby. Saya sampaikan bahwa penugasan untuk kita berdua ini, bukan menjadikan persaingan, tapi kita sama-sama bergerak,” ujarnya.

Nikson Nababan

Nikson Nababan, Bupati Tapanuli Utara (Taput), menjadi calon pertama yang mendaftar ke DPD PDIP Sumatera Utara untuk posisi Gubernur Sumatera Utara.

Nikson menyerahkan formulir pendaftaran pada acara buka bersama DPD PDIP Sumut. Dia diterima oleh Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon, dan Ketua Bappilu DPD PDIP Sumut, Mangapul Purba.

“Kebetulan karena masing-masing kita punya kesibukan, besok hari libur, dan beliau Pak Nikson kita terima sebagai yang pertama kalinya,” kata Rapidin Simbolon dilansir detikSumut Sabtu (6/3).

PDIP memberikan kesempatan luas bagi kandidat internal dan eksternal untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024.

Keputusan mengenai calon yang akan diusung PDIP akan ditentukan oleh Megawati Soekarnoputri. DPD PDIP hanya memberikan masukan kepada DPP PDIP terkait hal ini.

Nikson, anggota DPR RI terpilih, menyatakan bahwa PDIP bertujuan merebut kursi Gubernur Sumatera Utara. Dengan dukungan 21 kursi di DPRD Sumut, PDIP yakin dapat mengusung calon sendiri dan menghindari kegagalan seperti pada tiga Pemilihan Gubernur Sumatera Utara sebelumnya.

(csp/wis)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *