Jakarta, CNN Indonesia

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyindir balik kuasa hukum Prabowo-Gibran Otto Hasibuan yang berpendapat Megawati Sukarnoputri tak tepat bertindak menjadi amicus curiae atau sahabat pengadilan di Mahkamah Konstitusi (MK). Hasto menyebut Otto seakan lupa akan pernyataannya yang pernah meminta hakim konstitusi menghadirkan Mega ke persidangan sebagai saksi.

“Pak Otto Hasibuan barangkali lupa bahwa beliau lah yang meminta kehadiran Ibu Megawati Sukarnoputri sebagai saksi,” kata Hasto di Menteng, Jakarta, Kamis (18/4).

Hasto menyebut mungkin pernyataan Otto itu mulanya hanyalah tekanan. Namun, pada kenyataannya lain, Mega siap hadir sebagai saksi. Hanya saja, hingga akhir persidangan MK tak kunjung memanggil. Kemudian untuk memenuhi permintaan Otto tersebut, Mega sebagai WNI dan merasa memiliki tanggung jawab atas demokrasi Indonesia pun mengajukan diri menjadi amicus curiae.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dan ini bukan dalam kapasitas beliau sebagai presiden ke-5, bukan kapasitas beliau sebagai Ketum PDIP. Tetapi dalam kapasitas sebagai WNI yang memiliki tanggung jawab bahwa kedaulatan itu berasal dari rakyat,” ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Otto Hasibuan menilai Mega tak tepat bertindak sebagai amicus curiae karena menurutnya syarat terpenting amicus curiae diajukan oleh pihak di luar perkara.

Sementara Megawati dalam sengketa Pilpres 2024 termasuk pihak yang berperkara. Sebagaimana diketahui, PDIP merupaka partai pengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang sedang berperkara di MK.

“Sehingga saya melihat ini dia tidak genuine sebagai sahabat pengadilan, karena dia pihak dalam perkara. Jadi saya katakan bahwa boleh-boleh saja itu diajukan, tapi menurut saya bukan sebagai amicus curiae,” ujar Otto.

(mab/DAL)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *