Lampung, CNN Indonesia

Momen arus balik Lebaran 2024, ada saja cerita dan tingkah unik yang dilakukan pemudik. Ada yang bingung dan kaget ketika diarahkan masuk ke area buffer zone. Ada juga pemudik yang belum memiliki tiket tapi tetap nekat melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan.

Pihak ASDP sendiri sudah sering menginformasikan kepada pemudik agar memiliki tiket terlebih dulu sebelum tiba di Pelabuhan. Tiket itu, bisa dipesan melalui aplikasi Ferizy atau agen resmi ASDP seperti Indomart, Alfamart, BRILink dan agen resmi lainnya.

Maryanto (45) atau disapa Yanto, pemudik tujuan Rangkasbitung, Serang, Banten. Ia nekat berangkat Sabtu (13/4) pagi bersama istri dan anaknya dengan berkendara sepeda motor dari kampung halamannya di daerah Bandarjaya, Lampung Tengah meski belum memiliki tiket kapal sama sekali untuk menyeberang di Pelabuan Bakauheni.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sempet bingung aja tadi saat disuruh sama petugas untuk masuk ke lokasi buffer zone ini,” kata Yanto kepada CNNIndonesia.com di lokasi buffer zone eks terminal agro bisnis di Desa Gayam, Kecamatan Penengahan, Sabtu.

Yanto mengatakan saat tiba di Pos Gayam lokasi buffer zone, dirinya diketahui belum mempunyai tiket kapal untuk menyeberang. Lalu ia pun diminta oleh petugas untuk membeli tiket terlebih dulu di tenda penjualan tiket resmi Ferizy yang tersedia di lokasi buffer zone tersebut.

“Belum beli mas tiket kapalnya tadi saat berangkat, sekarang sudah beli tiketnya di lokasi buffer zone ini,” ujarnya.

Setelah ada tiket, kemudian ia diberi oleh petugas stiker warna hijau, yakni sebagai tanda bahwa ia dan keluarganya sudah memiliki tiket kapal penyeberangan.

“Kalau yang sudah ada tiket kapal, diberi stiker warna hijau ini, dan ini stikernya ditempel di bodi bagian depan sepeda motor,” ucapnya.

Saat ditanya alasannya belum memiliki tiket saat berangkat, Yanto mengaku masih bingung dan belum paham bagaimana cara membeli tiket kapal melalui online. Alasan lainnya, karena ia merasa gaptek meski memiliki ponsel android.

“Belum beli tiketnya, karena memang enggak ngerti saya cara belinya. Makanya tadi pagi nekat berangkat aja saya dari Bandarjaya, ya saya pikir bisa langsung beli tiketnya begitu sampai di Pelabuhan Bakauheni,” ujarnya.

Pemudik lainnya, Riyan (38) yang hendak balik ke daerah Bogor juga mengaku sempat kebingungan saat kendaraannya diarahkan masuk ke buffer zone. Meski ia sudah memiliki tiket kapal untuk menyeberang di Pelabuhan Bakauheni.

“Ya sempat bingung aja mas, kenapa disuruh masuk ke buffer zone. Tadi itu diberhentikan sementara, hanya ditanya sudah ada tiket kapal apa belum itu saja,” ucapnya saat menepikan sepeda motornya.

Jika sudah memiliki tiket, kata Riyan, kendaraan pemudik langsung ditempeli stiker warna hijau di bodi kendaraannya oleh petugas, dan bisa melanjutkan perjalanannya menuju ke Pelabuhan Bakauheni.

Menurutnya, ia belum mengetahui arti dari pemberian stiker tersebut, lalu oleh petugas diberi tahu bahwa tanda stiker itu untuk melancarkan perjalanan saat mau masuk ke Pelabuhan dan naik ke kapal.

Meski belum mengetahui aturan tersebut, para pemudik menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat menilai pelayanan yang diberikan oleh petugas gabungan di pos pelayanan atau buffer zone tersebut cukup baik dan memuaskan.

(zai/pmg)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *